B E R I T A 
July 06, 2007

Bahasa Indonesia - English - Slovensky

 

 

 ICAO Bantu RI Benahi Keselamatan Penerbangan

 

 

 

Denpasar, Kompas - Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organization berkomitmen membantu Indonesia membenahi keselamatan penerbangan.

Komitmen itu tertuang dalam Deklarasi Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Penerbangan antara ICAO dan Pemerintah Indonesia yang ditandatangani di Denpasar, Bali, Senin (2/7), oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dan Presiden ICAO Roberto Kobeh Gonzales. Acara itu juga dihadiri wakil lembaga otoritas penerbangan internasional, Federal Aviation Administration, Internasional Air Transport Association, dan operator penerbangan.

Roberto Kobeh Gonzales mengatakan, sejumlah kecelakaan fatal pesawat yang terjadi di Indonesia pada awal tahun ini telah menjadi perhatian serius komunitas penerbangan internasional. Untuk memperbaiki citra, Pemerintah Indonesia harus bertindak cepat membenahi sektor transportasi udaranya.

Menurut Roberto, langkah pertama yang harus dijalankan Pemerintah Indonesia adalah menetapkan peningkatan faktor keselamatan sebagai kebijakan prioritas dan harus diimplementasikan secara konsisten. Keselamatan adalah hal fundamental untuk membangun sistem transportasi udara yang baik. Pemerintah Indonesia harus membenahi berapa pun biayanya.

ICAO sangat menghargai upaya Pemerintah Indonesia dan akan memasukkan negara Indonesia dalam program audit keselamatan global. Melalui program ini, Pemerintah Indonesia akan mendapatkan bantuan asistensi teknik dan peningkatan kapasitas personel yang akan mengimplementasikan aturan standar penerbangan internasional.

Jusman mengatakan, deklarasi ini sebagai bentuk komitmen pemerintah meningkatkan keselamatan penerbangan. Upaya itu antara lain peningkatan kemampuan audit keselamatan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Pemerintah juga akan melaksanakan manajemen keselamatan yang proaktif dan sistemik berdasarkan pemenuhan regulasi keselamatan sesuai aturan ICAO.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Budhi Mulyawan Suyitno menambahkan, pemerintah juga akan melaksanakan safety management system (SMS) dan meningkatkan transparansi pelaporan investigasi kecelakaan dan kejadian sesuai annex 13 ICAO, serta penyebaran dan penggunaan data keselamatan untuk mendukung proses manajemen keselamatan. Konteksnya dalam rangka keselamatan penerbangan global.

Pemerintah dan ICAO sepakat mengevaluasi pelaksanaan deklarasi sebelum akhir 2008. (Kompas)

 

 

 


Embassy of the Republic of Indonesia, Bratislava  -  Slovakia