
Pisahnya Negara
Cekoslovakia

Dalam rangka proses demokratisasi
setelah Cekoslovakia dapat melepaskan diri dari dominasi Uni Soviet,
maka di bulan Juni 1990 telah dilangsungkan pemilihan umum. Proses
demokratisasi pluralisme dan reformasi ekonomi yang berlangsung
sangat cepat antara lain telah lebih menonjolkan kepermukaan
perasaan nasionalisme di kalangan sementara pimpinan di Slovakia .
Dalam pemilu kedua pada bulan Juni 1992 suara kelompok nasionalis
yang dipelopori oleh partai ekstrim kanan SNS (Slovak National
Party) menuntut agar platform utama dalam kampanye pemilu adalah
pembentukan negara sendiri (tidak bergabung dalam suatu negara
federasi Cekoslovakia). Hasil pemilu tersebut adalah partai HZDS
(Movement for a Democratic Slovakia) yang beraliran moderat kanan
meraih suara terbanyak (66 kursi di parlemen) sedangkan partai
ekstrim kiri SDL (Democratic Left-Wing Party) menempati tempat kedua
dengan memperoleh 29 kursi.
Setelah pemilu 1992 tuntutan
golongan nasionalis Slovakia untuk memisahkan diri dari Republic
Federal semakin kuat. Di musim panas tahun itu PM Ceko Vaclav Klaus
dan PM Slovakia Vladimír Mečiar akhirnya sepakat untuk memecah
Cekoslovakia secara damai menjadi dua negara republik terhitung
tanggal 1 Januari 1993.
Kesepakatan untuk memecah
Cekoslovakia menjadi dua negara yang merdeka disertai berbagai
persetujuan; yang terpenting diantaranya adalah yang menyangkut
harta benda dan hutang piutang, mata uang, lalu lintas perdagangan
dan orang, beacukai dan kewarganegaraan.

Republik Slovakia
dan kelanjutan Politik

Pada tanggal 31 Desember 1992
Indonesia mengakui kedaulatan negara Republik Slovakia dan untuk
sementara KBRI Praha melanjutkan fungsinya sebagai Perwakilan untuk
Ceko dan sekaligus Slovakia sejak 1 Januari 1993.
Negara Slovakia yang merupakan
republik berdasarkan hukum dikepalai oleh seorang Presiden terpilih
untuk 5 tahun sesuai suara mayoritas 3/5 jumlah anggota Parlemen.
Bentuk dan sistem pemerintahan adalah demokrasi parlementer dan
kabinet dipimpin seorang Perdana Menteri yang diangkat oleh
Presiden. Kekuasaan legislatif berada di Parlemen yang terdiri dari
150 anggota yang dipilih untuk masa 4 tahun.
Berdasarkan sistem multipartai
maka yang memerintah sejak 31 Desember 1994 adalah pemerintah
koalisi yang terdiri dari partai HZDS (Gerakan untuk Slovakia yang
demokratis), SNS (Partai Nasional Slovakia), SDĽ (Partai Demokrat
kiri), MKDH (Gerakan Kristen Demokratik Hongaria), KDH (Pergerakan
Demokrasi Kristen), DU (Democratic Union) dan ZRS (Aliansi Buruh
Slovakia).
Sementara itu
pembicaraan-pembicaraan pendahuluan antara wakil Uni Eropa dengan
pemerintah Slovakia mengenai keinginan Slovakia untuk menjadi
anggota Uni Eropa dan NATO telah dimulai bulan Mei 1996. Yang dibahas
adalah penyelarasan Hukum dan Undang-Undang Uni Eropa dengan
Undang-Undang dan peraturan pemerintah Slovakia. Negosiasi
keseluruhan memakan waktu yang cukup lama disamping usaha memenuhi kriteria
agar Slovakia dapat membuktikan bahwa pemerintahannya benar-benar
demokratis. Slovakia bergabung dengan Uni Eropa pada
tanggal 1 Mei 2004.